Refleksi 2020 + Resolusi 2021

Posted in family, ID, Life, Mom Life by

Oh. My. God. 2020. Where do I even start?

Di akhir 2019, aku & Mijra ngobrol tentang novel Station Eleven-nya Emily St. John Mandel. Mijra bilang “Eh kamu udah denger berita tentang virus yang dari Wuhan? Ngeri lho, takut jadi kayak Georgia Flu yang di Station Eleven.” Waktu itu aku cuma jawab sekenanya aja, belum tau kalo virus itu bakal bener-bener mengubah banyak hal di kehidupan.

Awal 2020, aku & keluarga masih sempet bolak-balik Bandung-Jakarta. Sempet ke Lampung & main ke pantai juga. Hidup masih lumayan normal walaupun berita tentang Covid-19 udah mulai merajai medsos & TV. Ketika kejadian pasien Covid-19 kabur dari rumah sakit pun aku lagi di Jakarta & sempet ke Big Bad Wolf di BSD segala. It feels like a lifetime ago, padahal belum setahun.

Ketika Bandung mulai menerapkan PSBB juga hidup rasanya masih cukup normal. Pada dasarnya, aku & keluarga memang homebody juga sih… Jarang banget travelling, dan kalaupun jalan-jalan, kami lebih sering roadtrip aja. Kami masih sesekali pergi untuk belanja groceries di Yogya Ciwalk yang lumayan sepi selama PSBB awal itu.

Efek pandemi mulai terasa nyata ketika suami kena lay off. Nggak nyangka banget kalo apa yang terjadi pada orang-orang ternyata terjadi juga pada kami. Semuanya juga terjadi begitu cepat. Berita kalo perusahaan tempat suamiku kerja bubar mulai muncul di Twitter pagi-pagi, siangnya ada meeting & diumumkan ke semua karyawan, sorenya suami udah nggak kerja. Tapi alhamdulillah nggak lama dari situ suami dapet kerja freelance untuk bounce back, lalu beberapa minggu kemudian diterima kerja di salah satu start up lokal.

Terus di bulan Juni, tepat di ulang tahunnya yang kedua, Kinas masuk rumah sakit karena gejala demam berdarah. Sedih banget ngeliat dia nangis meraung-raung waktu dipasang infus ๐Ÿ˜ญ Sebulan kemudian, gantian suamiku yang sakit Hep A. Harusnya rawat inap juga, tapi dianya nggak mau karena beberapa alasan. Jadi dia bedrest aja di rumah (nggak total sih, karna sesekali masih harus menghadapi kerjaan di laptop). Dua bulan kemudian, aku ikut ketuleran Hep A dan lumayan parah karna nggak bisa makan sama sekali, jadi harus dirawat inap. Itu adalah pertama kalinya aku jauhan dari Kinas selama berhari-hari. Sedih banget ๐Ÿ˜ญ

Tapi 2020 nggak semuanya tentang kemalangan kok. Tahun ini juga banyak hal positif yang aku lalui/dapatkan, misalnya aja:

Di 2021 ini targetku kurang lebih:

  • mulai ngajarin Kinas untuk pipis di toilet
  • memperbaiki skill dalam pengelolaan keuangan
  • turun 10kg
  • tetap bekerja
  • staying alive

Bagaimana? Apakah realistis? ๐Ÿ˜ฌ

Semoga 2021 nanti kehidupan semakin membaik ya, guys. Yok semangat yok! ๐Ÿ’ช๐Ÿป

29 December 2020
Previous Post Next Post

Leave a Reply

%d bloggers like this: