Pengalaman Sakit Sekeluarga: Nggak Enak Banget!

Sepanjang tahun 2020 ini, kami sekeluarga ganti-gantian sakit. Diawali Kinas, lalu ayahnya, lalu aku. Sungguh tahun yang penuh tantangan.

Juni kemarin, Kinas mendadak demam tiap malam tapi kemudian mereda ketika siang. Sampai akhirnya demamnya mencapai 39,2 derajat dan sempat mimisan. Ketika kami bawa ke RS, dokternya menyarankan untuk segera cek lab. Dari hasilnya, dokter menyimpulkan gejala DB dan harus dirawat. Jadi, tepat di hari ulang tahunnya yang kedua, Kinas menginap di RS. Empat malam di RS, akhirnya Kinas boleh pulang.

Lalu di bulan Juli, suami mengeluh pegal-pegal di bagian punggung bawah. Beliau kerjanya kan memang di depan laptop dan duduk seharian, jadi awalnya kami kira hanya pegal karena terlalu lama duduk. Tapi lama-lama suami mulai merasakan gejala-gejala lain seperti lemas dan mual. Ketika periksa ke dokter dan disuruh cek lab, ternyata suami positif Hepatitis A. Dokter menyarankan untuk rawat inap, tapi karena beberapa hal maka diputuskan untuk bed rest total di rumah. Butuh waktu beberapa minggu sampai suamiku merasa bugar lagi dan hasil labnya membaik.

Kemudian pertengahan September aku mendadak merasa tidak enak badan dan demam tinggi. Pikiranku waktu itu sudah ke mana-mana dan parno kena COVID-19 🙃 Tapi memang tidak ada gejala lain yang menjurus ke sana, justru yang muncul kemudian adalah rasa mual hebat. Setiap makan pasti berujung dimuntahkan lagi. Suami langsung curiga aku ketularan beliau. Ketika ke dokter dan cek lab, terkonfirmasilah bahwa aku positif Hepatitis A. Keadaanku yang tidak bisa makan karena mual hebat itu membuatku harus dirawat inap karena harus diinfus. Jadilah untuk pertama kalinya aku harus terpisah dari Kinas selama 4 malam. Sedih banget rasanya. Aku harus menahan mual dan menahan kangen 😫

Dari pengalaman sakit sekeluarga di tahun ini, aku banyak belajar. Beberapa hal yang aku pelajari di antaranya:

  • Jaga lingkungan untuk selalu bersih. DB ditularkan oleh nyamuk dan Hepatitis A bisa ditularkan melalui buruknya sanitasi. Minimalisir sarang nyamuk di sekitar rumah dengan cara tidak menumpuk barang bekas, tidak membiarkan pakaian bergantungan, memangkas rumput liar, dan menggunakan obat nyamuk. Jangan jajan sembarangan dan selalu cuci tangan tiap mau makan dan sehabis ke toilet.
  • Punya asuransi kesehatan itu penting banget. Nggak usah yang terlalu mahal, BPJS pun cukup. Pengalaman kami waktu Kinas dirawat harus bayar sendiri karena waktu itu kebetulan suami sedang in between jobs dan asuransi kantor belum jadi, sedangkan kami terlanjur bawa ke jalur umum sehingga tidak bisa pakai BPJS. Dan biaya rawat inap selama empat malam di salah satu RS swasta di Bandung ternyata lumayan juga. Alhamdulillah waktu suami sakit dan waktu aku rawat inap itu asuransi kantor sudah ada dan sudah bisa dipakai sehingga yang kami keluarkan hanya biaya untuk suplemen.

Ya intinya aku kapok ah… Nggak mau-mau lagi seperti ini. Mudah-mudahan kami sekeluarga dan kita semua selalu diberikan kesehatan, terutama di masa pandemi seperti ini. Aamiin…

17 October 2020
Previous Post Next Post

Leave a Reply

%d bloggers like this: