Suami & Istri Itu Partner, Bukan Musuh Dalam Selimut

Posted in ID, Life, Relationship, Thoughts by

Kemaren-kemaren sempet viral postingan seorang istri yang jual koleksi Lego suaminya. “Mumpung suami nggak ada di rumah,” katanya. Banyak kaum pria yang share postingan itu sambil marah-marah (“Kalo punya bini kayak begini, mendingan cerai!”), tapi nggak sedikit juga perempuan yang share sambil setuju. Kenapa sih kok kayaknya sering banget aku liat fenomena suami versus istri begini?

Kalo disebut karna budaya, kayaknya enggak sih ya… Di luar negeri juga kayaknya banyak yang kayak begitu: suami-suami yang ngerasa dikungkung istri, atau istri yang ngerasa suaminya nggak jujur. Kita kenal tradisi bachelor/bachelorette party dari luar sana, tradisi yang katanya adalah semacam ‘pesta perpisahan dengan kebebasan’ karna kalo udah nikah nanti nggak akan bisa pesta sebebas itu (mabuk-mabukan, joget sama stripper, dll.) Premis menikah=terikat dan suami/istri adalah tukang ngelarang kayaknya udah melekat banget.

Padahal harusnya sebelum memutuskan untuk menikahi seseorang, kita harus bisa memahami mereka. Menikah nggak harus bikin kita kehilangan identitas sebagai individu, begitu juga pasangan kita. Kalo sebelum nikah pasangan kita udah punya hobi, setelah nikah ya nggak lantas jadi harus berhenti kan?

Sayangnya banyak banget suami yang ngejadiin istri kayak musuh. Dikit-dikit bohong. Atau kalo nggak bohong ya nggak bilang. Atau frase yang sering aku denger sih “Mending minta maaf daripada minta ijin.” Laaahh…

Tapi kenapa banyak suami yang kayak gini? Karna nggak sedikit juga istri yang memang suka ngelarang. “Pulang kerja langsung pulang ke rumah! Nggak boleh main futsal! Nggak boleh main game!”

We all need a break. Suami butuh break, istri butuh break. Sama-sama capek, sama-sama banyak kerjaan. Dua-duanya boleh (atau malah harus) punya hobi sebagai salah satu sarana untuk ngelemesin yang kaku-kaku.

Coba perbaiki cara komunikasi. Pahami apa yang diinginkan pasangan. Suami pulang kerja pengen main futsal, kalo memang nggak tiap hari ya bolehin aja lah. Istri nggak ngijinin beli Lego, coba tanya alasannya apa, carilah jalan tengah. Jangan main beli aja terus pas ketauan baru minta maaf.

Jadikan pasangan sebagai partner. Dengerin pendapatnya. Inget-inget lagi dulu waktu awal nikah karna apa? Kamu lho yang milih dia sebagai pendamping hidup, kenapa sekarang malah kamu perlakukan kayak musuh dalam selimut?

30 January 2020
Previous Post

Leave a Reply

%d bloggers like this: