Mencoba eSIM 4G Smartfren di iPhone XR

    Posted in ID, internet, reviews, tech by

    Tiga bulan yang lalu, aku memutuskan untuk upgrade handphone dari iPhone 6s ke iPhone XR yang berponi itu. Awalnya galau antara beli yang single SIM atau dual SIM, tapi berhubung yang dual SIM ini nggak ada yang resmi (aslinya kan cuma dijual untuk Makau dan Hongkong) sedangkan saat itu lagi gencar-gencarnya pemberitaan tentang blokir IMEI handphone-handphone non-resmi, jadi aku memutuskan untuk beli yang resmi saja, yaitu yang single SIM. Sebenarnya yang resmi masuk Indonesia ini dual SIM juga sih, tapi 1 SIM fisik (kayak handphone pada umumnya) dan 1 eSIM. Continue reading

    28 September 2019

    Makan di Denny’s Kota Kasablanka

    Posted in eating, ID by

    Pekan lalu, kami sekeluarga menginap di Jakarta dalam rangka perjalanan dinas. (Well, yang dinas ayahnya Kinas sih… we just simply tag along hehe.) Di malam pertama kami menginap, kami makan malam di Denny’s Kota Kasablanka. Kenapa memilih Denny’s? Karena sirik lihat postingan orang di Instagram 🤣 Continue reading

    9 September 2019

    HUJI Cam Photo Dump

    Posted in Family, ID by

    Jadi beberapa minggu yang lalu aku ketemu lagi sama HUJI Cam. HUJI ini adalah aplikasi kamera smartphone yang bisa menghasilkan foto ala-ala disposable camera jadul gitu… Continue reading

    31 August 2019

    Adaptasi Cerita Sherlock Holmes Modern Terbaik

    Posted in ID, short reviews, television by

    Setelah tayang selama tujuh tahun sebanyak tujuh musim, Elementary akhirnya tamat juga. Serial ini bukan yang pertama mengadaptasi cerita Sherlock Holmes dalam versi modern. Sebelum Elementary (dan juga setelahnya), ada beberapa adaptasi Sherlock Holmes modern yang aku tonton. Dari sekian banyak adaptasi tersebut, apakah semuanya bagus dan layak untuk ditonton? Berikut akan aku paparkan adaptasi cerita Sherlock Holmes modern terbaik (versi pribadiku, tentunya.) Continue reading

    24 August 2019

    My Favourite Author: Emily St. John Mandel

    Posted in books, ID, reading by

    Ada banyak novelis di luar sana yang gaya tuturnya menarik, tapi ada berapa yang sampai membuatmu berdecak kagum setelah selesai membaca karyanya?

    Buatku, sejauh ini, hanya Emily St. John Mandel yang bisa menghipnotisku dengan caranya menyampaikan cerita hingga aku bisa termenung beberapa saat setelah aku menutup novel tulisannya. Bukan merenung karena bingung, tapi merenung karena cerita yang baru saja selesai aku baca sangat menyentuh di hatiku. Padahal, sejujurnya, cerita-cerita yang beliau tulis sebenarnya bukan cerita yang spektakuler. Continue reading

    17 August 2019