Siapa di sini yang liburan akhir tahunnya nggak ke mana-mana? Sama dong dengan kami. Rencananya sih tadinya mau mudik ke rumah mertua di Pesawaran, tapi karena beberapa hal akhirnya tidak jadi. Kami lebih memilih untuk menghabiskan akhir tahun 2019 ini di rumah saja. Well, nggak bener-bener diem di rumah sih… Kemarin sempet road trip ke Karawang dan ke IKEA Alam Sutera. Dan hari Minggu kemarin juga menyempatkan untuk liburan ke Rancabali, Ciwidey, tepatnya ke Pinisi Resto di Glamping Lakeside.
Tabungan dikit, nggak ada investasi, belum punya aset; itu semua nggak masalah sih menurutku. Asal masih sehat jiwa & raga. Tentunya dengan tetap berusaha. Tapi nggak usah dibawa pusing.
Berawal dari seorang teman yang share Instagram Stories salah satu akun penasehat keuangan yang lagi bahas KPR, aku jadi tertarik untuk follow akun tersebut. Waktu itu aku kayak langsung terdoktrin pas mereka bilang kalo punya rumah tuh nggak penting. “Ngapain hidup susah gegara KPR padahal rumahnya jauh dari tempat kamu berkegiatan sehari-hari?” begitulah kira-kira provokasinya waktu itu.
Tiga bulan yang lalu, aku memutuskan untuk upgrade handphone dari iPhone 6s ke iPhone XR yang berponi itu. Awalnya galau antara beli yang single SIM atau dual SIM, tapi berhubung yang dual SIM ini nggak ada yang resmi (aslinya kan cuma dijual untuk Makau dan Hongkong) sedangkan saat itu lagi gencar-gencarnya pemberitaan tentang blokir IMEI handphone-handphone non-resmi, jadi aku memutuskan untuk beli yang resmi saja, yaitu yang single SIM. Sebenarnya yang resmi masuk Indonesia ini dual SIM juga sih, tapi 1 SIM fisik (kayak handphone pada umumnya) dan 1 eSIM.





